Pentingnya Pola Asuh Pada Anak, Penjelasan Dan Tips

Anak adalah karunia atau titipan Tuhan yang diberikan kepada orang tua dan harus dijaga sebaik baiknya, menjadi orang tua tidaklah mudah terlebih dalam hal mengasuh anak, membesarkan anak bukan hanya memberi makan dan pendidikan untuk anak, orang tua juga perlu mengasah bakat dan membentuk karakter anak, tentu saja itu merupakan PR untuk orang tua.

Peran orang tua tidak hanya mendidik saja, tetapi juga menjadi panutan bagi anak-anaknya, orang tua juga harus menjadi tempat yang nyaman untuk anak bercerita dan meluapkan keluh kesahnya, selain itu orang tua juga harus memperhatikan pergaulan anaknya. Di zaman era globalisasi ini banyak sekali anak anak yang terjerumus kedalam pergaulan yang tidak baik, maka dari itu pentingnya orang tua memberi pemahan kepada anak tentang pergaulan dan dunia luar.

Pola asuh anak adalah suatu hal yang penting diketahui para orang tua, Pola asuh anak yaitu proses yang ditujukan untuk meningkatkan serta mendukung perkembangan fisik, emosional, sosial, finansial, dan intelektual seorang anak sejak bayi hingga dewasa. Hal ini menjadi tanggung jawab orangtua karena orangtua merupakan guru pertama untuk anak dalam mempelajari banyak hal, baik secara akademik maupun kehidupan secara umum, setiap orang tua pasti mempunyai cara tersendiri dalam mengasuh anaknya, tapi penting diketahui banyak pola asuh yang bisa orang tua pilih untuk memberikan asuhan yang tepat pada anak. Perlu diingat, pola asuh akan memengaruhi kepribadian dan karakter anak di masa mendatang, Berikut beberapa jenis pola asuh pada anak yang perlu anda ketahui

Beberapa Pola Asuh Anak

Permissive Parenting atau Pola Asuh Permisif

Orang tua dengan pola asuh ini cenderung memberikan kebebasan pada anak untuk menyatakan dorongan atau keinginannya. Pola asuh ini tidak memberikan batasan yang tegas pada anak, bahkan ketika anak salah, orang tua dengan pola asuh ini jarang atau bahkan tidak pernah memberi hukuman kepada anak, biasanya orang tua mengikuti apapun yang anak inginkan sehingga anak cenderung akan tumbuh  tanpa sikap dispilin.

Dampak pola asuh permisif ini akan membawa pengaruh atas sifat-sifat anak, seperti:

  • Suka memberontak.
  • Prestasinya rendah.
  • Suka mendominasi.
  • Kurang memiliki rasa kepercayaan diri.
  • Kurang bisa mengendalikan diri.
  • Tidak jelas arah hidupnya.
Pola Asuh Otoriter

Pola asuh tipe otoriter ini biasanya terlahir dari pola asuh sama yang diterimanya ketika kecil, pola asuh anak jenis ini tidak memberikan ruang diskusi kepada anak, peraturan ini dibuat untuk mengontrol anak,dan tidak hanya itu, orangtua yang menerapkan pola asuh ini sering kali terbilang keras dengan alasan mendidik. orang tua cenderung memberikan kontrol yang sangat kuat pada perilaku anak. 

Anak yang sejak kecil selalu dikontrol kehidupannya, ternyata tidak bahagia dan memiliki kesehatan mental yang rendah, Bahkan efek jangka panjangnya mirip dengan kondisi mental orang yang pernah ditinggal meninggal oleh seorang yang dekat dengannya, pola asuh ini biasanya orangtua memberi hukuman kepada anak ketika melakukan kesalahan, seperti hukuman fisik atau lainnya, hal ini sebenarnya tidak baik, karena akan memberikan akibat buruk pada fisik dan mental anak

Dampak pola asuh otoriter ini akan membawa pengaruh atas sifat-sifat anak, seperti:

  • Tidak mempunyai kekuatan memilih.
  • Tidak bisa mengambil keputusan sendiri.
  • Takut salah.
  • Tidak mempunyai kekuatan untuk mengatakan tidak.
  • Takut mengemukakan pendapat.
  • Kurangnya motivasi internal.
Nurturant Parenting atau Pola Asuh Pendampingan

Pola asuh ini termasuk pola asuh yang baik bagi anak karena orangtua selalu membebaskan anak untuk mengeksplorasi lingkungan sekitarnya, sehingga mereka bisa belajar, meski begitu, anak masih tetap dalam pengawasan orangtua. Selain itu, orangtua akan memberikan batasan yang jelas dan sudah dibiasakan kepada anak. Dengan cara ini anak akan bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain, serta lebih percaya diri

Authoritative Parenting atau Pola Asuh Otoritatif

Pada pola asuh ini orangtua akan mengatus batas,memberi pemahaman kepada anak-anak, menekanan alasan diberlakukannya suatu aturan, dengan begitu anak bisa menjadi lebih mandiri, diterima secara sosial, sukses akademis dan juga berperilaku

Ini adalah pola asuh yang disarankan kepada orangtua untuk di terapkan. Pola asuh ini memberikan batasan perilaku yang jelas dan konsisten, Selain itu juga, pola asuh autoritatif tidak menggunakan kekerasan dalam mengasuh anak, di sini, orangtua akan mengajak anak diskusi. Contohnya, seperti menjelaskan pada Si Kecil mengapa diberikan aturan tertentu. orangtua tidak membebaskan dan menerima begitu saja perilaku anak, tetapi juga tidak memberikan kontrol yang berlebihan, anak akan diberikan kesempatan untuk mencoba dan bertanggun jawab pada pilihannya.

Dampak pola asuh autoritatif pada anak:

  • Memiliki keterampilan sosial yang baik.
  • Terampil menyelesaikan permasalahan.
  • Mudah bekerjasama dengan orang lain-lain.
  • Lebih peracaya diri.
  • Tampak lebih kreatif.